- Back to Home »
- global warming : EFEK RUMAH KACA
Posted by : ADLIYAH TAMRINI
Minggu, 21 Desember 2014
"Efek Rumah Kaca"
efek rumah kaca??? jangan beranggapan bahwa efek rumah kaca pada global warming dikarenakan banyak rumah yang terbuat dari kaca. Salah besar , ingin lebih jelas??
rumah kaca merupakan sebuah perumpamaan rumah = tempat berlindung (bumi), kaca bersifat sebagai pemantul. jadi bumi kita memiliki selubung (kaca) jika aktifitas manusia meningkat maka aliran energi dari bumi yang seharusnya diteruskan menuju ke atmosfer akan terpantul kembali ke bumi karena terbentuknya selubung.
PENGERTIAN
Seperti yang sudah dijelaskan secara singkat diatas, efek rumah kaca
merupakan proses pemanasan dari permukaan suatu benda langit atau
diangkasa yang disebabkan oleh komposisi serta keadaan atmosfernya.
Benda-benda langit yang dimaksudkan terutama adalah planet maupun
satelit. Sebenarnya efek rumah kaca hampir ada diberbagai planet di tata
surya seperti Mars, Venus, dan benda-benda langit lainnya, namun
pembahasa penuhnya adalah efek rumah kaca di planet Bumi yang kita
tinggali ini. Istilah ini sebenarnya sudah dikenal sejak tahun 1824 oleh
seorang fisikawan asal Perancis bernama Jean Baptise Joseph Fourier.
Sang fisikawan ini memang sudah dikenal
dengan studinya yakni Deret Fourier serta penerapannya pada masalah arus
panas. Nah, efek rumah kaca tentu saja mempunyai kaitan yang sangat
erat dengan gas rumah kaca. Hal ini lantaran gas rumah kaca itu
merupakan sekumpulan gas-gas pada atmosfer yang menjadi sebab adanya
efek rumah kaca. Gas-gas yang disebut gas rumah kaca bisa muncul secara
alami di lingkungan bumi, namun bisa juga timbul karena aktivitas
manusia.
Setidaknya
gas rumah kaca yang dianggap paling banyak adalah berasal dari uap air
yang dimana unsur tersebut mencapai atmosfer akibat penguapan air laut,
danau serta sungai. Sedangkan karbondioksida merupakan gas terbanyak
kedua setelah uap air. Untuk gas rumah kaca lain dari proses alami
diantaranya adalah letusan vulkanik dari gunung berapi, pernapasan hewan
maupun manusia yang menghirup oksigen lalu membuang karbondioksida
serta dan pembakaran material organik seperti tumbuhan maupun kegiatan
industri. Meskipun uap air juga turut bertanggungjawab terhadap sebagian
besar dari adanya efek rumah kaca, namun kebanyakan orang menganggap
bahwa efek rumah kaca hanya diakibatkan oleh naiknya konsentrasi gas
karbondioksida (CO2) serta gas-gas lain. Anggapan tersebut memang bisa
dianggap tidak salah, namun kurang tepat.
KARBONDIOKSIDA
Kenaikan karbon dioksida (CO2) yang
merupakan sejenis senyawa kimia berbentuk gas ini biasanya disebabkan
oleh adanya pembakaran bahan bakar minyak, batu bara serta bahan bakar
organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan maupun laut
untuk menyerapnya. Hal inilah yang akhirnya mengakibatkan adanya efek
rumah kaca.
METANA
Gas Hidrokarbon Metana biasanya
dilepaskan selama produksi serta transportasi batu bara, gas alam,
maupun minyak bumi. Metana yang dianggap sebagai komponen utama gas alam
masuk dalam kategori gas rumah kaca dan mengakibatkan efek rumah kaca.
NITROGEN OKSIDA
Sebuah gas yang dihasilkan dari
pembakaran bahan bakar fosil dan juga dari lahan pertanian. Gas Nitrogen
Oksida dihasilkan dari reaksi antara nitrogen dan oksigen di udara saat
terjadi pembakaran, biasanya pada suhu tinggi. Sering kali gas ini
berasal dari tempat dengan kepadatan lalu lintas tinggi. Gas ini juga
termasuk gas rumah kaca dan bisa mengakibatkan efek rumah kaca.
GAS-GAS LAIN
Selain Karbondioksida, Metana dan
Nitrogen Oksida yang menyumbang gas rumah kaca, ada pula beberapa gas
lain diantaranya adalah belerang dioksida, klorofluorokarbon (CFC) dan
lain-lain.
AKIBAT EFEK RUMAH KACA
Sudah sejak lama para ilmuwan
mengkhawatirkan akibat dari efek rumah kaca karena bisa merusak
lingkungan. Salah satu akibatnya yang sudah terasa adalah dengan
meningkatnya suhu permukaan bumi yang akhirnya bisa mengakibatkan adanya
perubahan iklim yang sangat ekstrem. Tentunya hal tersebut dapat
mengakibatkan terganggunya hutan serta ekosistem lain di bumi, dan
mengurangi kemampuannya guna menyerap karbon dioksida di atmosfer.
Efek rumah kaca sebenarnya tidak selalu
buruk dan justru sangat dibutuhkan karena jika tidak ada nantinya bisa
mengakibatkan bumi menjadi sangat dingin atau bisa keseluruhan akan
tertutupi es. Namun jika gas-gas yang bisa membuat efek rumah kaca telah
berlebihan di atmosfer, akibatnya akan mengakibatkan pemanasan global.
Ada satu cara yang “mujarab” untuk
mengurangi gas rumah kaca, yakni dengan memelihara pepohonan serta
menanam pohon lebih banyak. Pohon dianggap mampu menyerap karbon
dioksida lebih cepat dan dalam jumlah banyak, memecahnya melalui
fotosintesis, maupun menyimpan karbon pada kayunya. Salah satu upaya
dunia internasional untuk menanggulangi gas rumah kaca adalah dengan
mengadakan konvensi yang disebut Protokol Kyoto. Protokol Kyoto
memerintahkan negara-negara dunia untuk berkomitmen mengurangi
emisi/pengeluaran karbon dioksida serta lima gas rumah kaca lainnya
untuk menanggulangi dampak efek rumah kacasumber :
http://portal.paseban.com/popular_science/127791/efek-rumah-kaca

Menurut saya postingan tentang pemanasan global ini sudah bagus. menambah pengetahuan kita serta wawasan kita. sudah jelas, tampilan blognya juga menarik.. terima kasih infonya ya..
BalasHapusInformasi yang menarik, terimakasih, mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan saya tentang pemanasan global.
BalasHapusinformasinya lengkap dan jelas. terimakasih kaka
BalasHapusInformasi yang begitu bermanfaat bagi pengetahuan. Setidaknya kini jadi lebih mengerti tentang efek rumah kaca
BalasHapusinformasi yang menarik :D dapat menambah pengetahuan saya setelah membaca artikel ini :)
BalasHapusartikelnya sudah bagus, menarik dan sangat bermanfaat bagi saya. terima kasih
BalasHapusArtikelnya bagus, terima kasih :)
BalasHapusartikelnya bagus, penjelasannya sudah lengkap dan terperinci. semoga bermanfaat :)
BalasHapusinfonya menarik sekali ,, terima kasih karena telah menambah wawasan kepada saya :)
BalasHapuspemaparan yang cukup lengkap..terimakasih gan..kebetulan saya sedang mencari referensi terkait topik itu
BalasHapus:D