Popular Post

Posted by : ADLIYAH TAMRINI Minggu, 21 Desember 2014

"Efek Rumah Kaca"
efek rumah kaca??? jangan beranggapan bahwa efek rumah kaca pada global warming dikarenakan banyak rumah yang terbuat dari kaca. Salah besar , ingin lebih jelas?? 
http://sahabatairsmanesa.files.wordpress.com/2012/06/efek-rumah-kaca.jpg?w=640&h=392&crop=1 
rumah kaca merupakan sebuah perumpamaan rumah = tempat berlindung (bumi), kaca bersifat sebagai pemantul. jadi bumi kita memiliki selubung (kaca) jika aktifitas manusia meningkat maka aliran energi dari bumi yang seharusnya diteruskan menuju ke atmosfer akan terpantul kembali ke bumi karena terbentuknya selubung.

PENGERTIAN

Seperti yang sudah dijelaskan secara singkat diatas, efek rumah kaca merupakan proses pemanasan dari permukaan suatu benda langit atau diangkasa yang disebabkan oleh komposisi serta keadaan atmosfernya. Benda-benda langit yang dimaksudkan terutama adalah planet maupun satelit. Sebenarnya efek rumah kaca hampir ada diberbagai planet di tata surya seperti Mars, Venus, dan benda-benda langit lainnya, namun pembahasa penuhnya adalah efek rumah kaca di planet Bumi yang kita tinggali ini. Istilah ini sebenarnya sudah dikenal sejak tahun 1824 oleh seorang fisikawan asal Perancis bernama Jean Baptise Joseph Fourier.

Sang fisikawan ini memang sudah dikenal dengan studinya yakni Deret Fourier serta penerapannya pada masalah arus panas. Nah, efek rumah kaca tentu saja mempunyai kaitan yang sangat erat dengan gas rumah kaca. Hal ini lantaran gas rumah kaca itu merupakan sekumpulan gas-gas pada atmosfer yang menjadi sebab adanya efek rumah kaca. Gas-gas yang disebut gas rumah kaca bisa muncul secara alami di lingkungan bumi, namun bisa juga timbul karena aktivitas manusia.

Setidaknya gas rumah kaca yang dianggap paling banyak adalah berasal dari uap air yang dimana unsur tersebut mencapai atmosfer akibat penguapan air laut, danau serta sungai. Sedangkan karbondioksida merupakan gas terbanyak kedua setelah uap air. Untuk gas rumah kaca lain dari proses alami diantaranya adalah letusan vulkanik dari gunung berapi, pernapasan hewan maupun manusia yang menghirup oksigen lalu membuang karbondioksida serta dan pembakaran material organik seperti tumbuhan maupun kegiatan industri. Meskipun uap air juga turut bertanggungjawab terhadap sebagian besar dari adanya efek rumah kaca, namun kebanyakan orang menganggap bahwa efek rumah kaca hanya diakibatkan oleh naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) serta gas-gas lain. Anggapan tersebut memang bisa dianggap tidak salah, namun kurang tepat.



KARBONDIOKSIDA

Kenaikan karbon dioksida (CO2) yang merupakan sejenis senyawa kimia berbentuk gas ini biasanya disebabkan oleh adanya pembakaran bahan bakar minyak, batu bara serta bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan maupun laut untuk menyerapnya. Hal inilah yang akhirnya mengakibatkan adanya efek rumah kaca.



METANA

Gas  Hidrokarbon Metana biasanya dilepaskan selama produksi serta transportasi batu bara, gas alam, maupun minyak bumi. Metana yang dianggap sebagai komponen utama gas alam masuk dalam kategori gas rumah kaca dan mengakibatkan efek rumah kaca.



NITROGEN OKSIDA

Sebuah gas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil dan juga dari lahan pertanian. Gas Nitrogen Oksida dihasilkan dari reaksi antara nitrogen dan oksigen di udara saat terjadi pembakaran, biasanya pada suhu tinggi. Sering kali gas ini berasal dari tempat dengan kepadatan lalu lintas tinggi. Gas ini juga termasuk gas rumah kaca dan bisa mengakibatkan efek rumah kaca.



GAS-GAS LAIN

Selain Karbondioksida, Metana dan Nitrogen Oksida yang menyumbang gas rumah kaca, ada pula beberapa gas lain diantaranya adalah belerang dioksida, klorofluorokarbon (CFC) dan lain-lain.



AKIBAT EFEK RUMAH KACA

Sudah sejak lama para ilmuwan mengkhawatirkan akibat dari efek rumah kaca karena bisa merusak lingkungan. Salah satu akibatnya yang sudah terasa adalah dengan meningkatnya suhu permukaan bumi yang akhirnya bisa mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrem. Tentunya hal tersebut dapat mengakibatkan terganggunya hutan serta ekosistem lain di bumi, dan mengurangi kemampuannya guna menyerap karbon dioksida di atmosfer.

Efek rumah kaca sebenarnya tidak selalu buruk dan justru sangat dibutuhkan karena jika tidak ada nantinya bisa mengakibatkan bumi menjadi sangat dingin atau bisa keseluruhan akan tertutupi es. Namun jika gas-gas yang bisa membuat efek rumah kaca telah berlebihan di atmosfer, akibatnya akan mengakibatkan pemanasan global.
Ada satu cara yang “mujarab” untuk mengurangi gas rumah kaca, yakni dengan memelihara pepohonan serta menanam pohon lebih banyak. Pohon dianggap mampu menyerap karbon dioksida lebih cepat dan dalam jumlah banyak, memecahnya melalui fotosintesis, maupun menyimpan karbon pada kayunya. Salah satu upaya dunia internasional untuk menanggulangi gas rumah kaca adalah dengan mengadakan konvensi yang disebut Protokol Kyoto. Protokol Kyoto memerintahkan negara-negara dunia untuk berkomitmen mengurangi emisi/pengeluaran karbon dioksida serta lima gas rumah kaca lainnya untuk menanggulangi dampak efek rumah kaca

sumber :

http://portal.paseban.com/popular_science/127791/efek-rumah-kaca

{ 10 komentar... read them below or Comment }

  1. Menurut saya postingan tentang pemanasan global ini sudah bagus. menambah pengetahuan kita serta wawasan kita. sudah jelas, tampilan blognya juga menarik.. terima kasih infonya ya..

    BalasHapus
  2. Informasi yang menarik, terimakasih, mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan saya tentang pemanasan global.

    BalasHapus
  3. informasinya lengkap dan jelas. terimakasih kaka

    BalasHapus
  4. Informasi yang begitu bermanfaat bagi pengetahuan. Setidaknya kini jadi lebih mengerti tentang efek rumah kaca

    BalasHapus
  5. informasi yang menarik :D dapat menambah pengetahuan saya setelah membaca artikel ini :)

    BalasHapus
  6. artikelnya sudah bagus, menarik dan sangat bermanfaat bagi saya. terima kasih

    BalasHapus
  7. Artikelnya bagus, terima kasih :)

    BalasHapus
  8. artikelnya bagus, penjelasannya sudah lengkap dan terperinci. semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
  9. infonya menarik sekali ,, terima kasih karena telah menambah wawasan kepada saya :)

    BalasHapus
  10. pemaparan yang cukup lengkap..terimakasih gan..kebetulan saya sedang mencari referensi terkait topik itu
    :D

    BalasHapus

- Copyright © science oh science - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -